Suporter Hendri Mulyadi Indonesia vs Oman Masuk Lapangan 1 Hendri Mulyadi ~ Orang yang Membangkitkan Semangat Garuda yang Haus Prestasi
Pernah dengar nama Hendri Mulyadi? Bila Anda emang suporter sejati dan menikmati perjalanan TImnas Indonesia sejak dulu, pasti pernah mendengar namanya.
Hehe, Hendri Mulyadi adalah suporter nekat yang masuk kelapangan saat Timnas menjamu Oman entah kapan, karena saya juga lupa tanggalnya.
Ketika dia masuk lapangan. Hendri berlari kencang dan merebut bola yang saat itu dikuasai pemain Oman. Dia langsung menggiring dan menuju kiper Oman dan langsung menendangnya, tapi sayang masih bisa dihalau kiper Oman, hahaha!
Tapi atas usahanya itu saya salut, karena aksi itu mungkin saja membuka banyak mata orang. Khususnya masyarakat pencinta bola maupun diktator-diktator PSSI di rezim Nurdin. Karena emang Timnas saat itu sedang melempem-melempemnya, tanpa ada prestasi dan tanpa ada kemenangan.
Dan mungkin akhirnya, kita bisa melihat ada sedikit perubahan pada wajah TImnas Indonesia. Banyak dihuni pemain baru yang muda-muda dan pelatih ALfred Riedl yang emang top abis. Meski belum menggondol juara Piala AFF 2010. TApi saya sudah bangga dengan Timnas Indonesia sekarang.
We Love Garuda and Keep Support Garuda !!!! Not PSSI !!!!
Untuk mengenang aksi Hendri Mulyadi, saya embed-kan video Youtube saat Hendri melakukan aksi nekatnya, hahahag
sumber : google
Selasa, 11 Januari 2011
Kisah Seorang Polisi Yang Menilang Sahabatnya Sendiri
Eww, setelah selesai berurusan dengan #UpgradeHosting. Kembali saya memberikan artikel-artikel nan menarik untuk dimasukkan ke dalam blog ini, wkwkwk. Sekedar berbagi sebuah Kisah Menarik yang saya ambil dari KasKus, berikut ini adalah sebuah Kisah Seorang Polisi yang Menilang Sahabat nya Sendiri. Semoga bisa menjadi inspirasi dan renungan untuk Anda pengguna kendaraan di Jalan icon biggrin Kisah Seorang Polisi Yang Menilang Sahabatnya Sendiri :
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.
Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
SUMBER : KASKUS
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.
Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
SUMBER : KASKUS
GELORA BUNG KARNO
Sejarah :
Bermula dari Asian Games III tahun 1958 yang digelar di Tokyo, Jepang. Pada saat itu, Asian Games Federation menunjuk Indonesia menjadi penyelenggara Asian Games IV pada tahun 1962. Selain kebanggaan karena memperoleh kepercayaan tersebut, pada sisi lain juga menjadi tantangan besar. Mampukah Indonesia yang kondisi sosial ekonomi dan politiknya baru saja stabil menyelenggarakan event besar tersebut? Apalagi, pada saat itu fasilitas olahraga jumlahnya amat terbatas. Rupanya Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, justru menyambut gembira tantangan tersebut. Bung Karno bergerak cepat. Pertama, segera menetapkan Senayan sebagai lokasi gelanggang olahraga terpadu.
Tak lama kemudian, tanggal 8 Februari 1960, Bung Karno memancangkan tiang pertama tanda dimulainya pembangunan Stadion Utama di kawasan komplek olahraga tersebut. Total luas kompleks olahraga yang akan dibangun sekitar 300 hektar. Pembangunannya "menelan" empat kampung yaitu Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa, dan Bendungan Hilir. Pada 19 Mei 1959, dimulailah pembebasan tanah dan pembongkaran bangunan. Warga yang tergusur mencapai 60.000 orang. Mereka dipindahkan ke Tebet, Slipi dan Ciledug.
Selain dibangun dalam rangka penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta, mega proyek yang dananya diperoleh dari kredit lunak Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS ini juga diharapkan nantinya kompleks olahraga ini dapat dijadikan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul. Pembangunan fisik komplek olahraga itu dapat diselesaikan sebulan menjelang pembukaan Asian Games IV.
Setelah selesai, maka pada tanggal 21 Juli 1962 pukul 17.00 WIB Presiden Soekarno meresmikan penggunaan Stadion Utama. Stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk 100.000 orang. Sebulan berikutnya, pada 24 Agustus 1962, digelar upacara pembukaan menandai penyelenggaraan Asian Games IV. Pada event tersebut atlet tuan rumah menunjukan prestasi terbaiknya. Ketika itu Indonesia menduduki peringkat kedua dalam pengumpulan medali - setelah Jepang yang keluar sebagai juara umum. Indonesia merebut 11 emas, 12 perak dan 28 perunggu. Suatu prestasi yang hingga kini belum pernah terulang lagi.
Pada waktu itu GBK dengan stadion sepak bolanya merupakan termasuk salah satu stadion terbesar di dunia dengan kapasitas 100 ribu penonton. Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion yang mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton. Jika diperhatikan bentuk arsitekturnya, stadion ini sangat mirip dengan stadion Luzhniki di Moscow, Rusia. Hal ini karena kedua stadion ini dirancang oleh orang yang sama. Saat itu Indonesia di bawah Presiden Soekarno berhubungan baik dengan Uni Soviet (Rusia) kala itu.
Nama Gelora :
Nama "Gelanggang Olahraga Bung Karno" diumumkan pertama kali oleh Ir Djuanda, selaku pejabat presiden selama Presiden Soekarno berada di luar negeri (waktu itu) yang mengumumkannya sebagai nama yang akan diberikan pada kompleks olahraga AG-IV itu. Usai Asian Games nama Gelora Gelora Bung Karno resmi digunakan dengan status sebagai yayasan yaitu Yayasan Gelora Bung Karno (YGBK), dibentuk secara resmi melalui Keppres No. 318 Tahun 1962 tanggal 24 September 1962.
Pada masa orba, dalam rangka mengecilkan peran Soekarno (de-Soekarnoisasi), nama gelora/stadion ini diubah menjadi istana olahraga (istora) senayan dan stadion utama Senayan. Namun setelah bergulirnya era reformasi, pada tanggal 19 Februari 2001, Presiden Abdurrahman Wahid melalui Keppres No. 7 Tahun 2001 menetapkan pemakaian kembali nama Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno dan Stadion Utama GBK, sampai sekarang.
Hak Pengelolaan :
Sejak 24 September 1962, pengelolaan kompleks olahraga ini dilakukan oleh Yayasan Gelora Bung Karno (YGBK) dengan bantuan subsidi dari pemerintah. Namun, kesulitan ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1966 membuat pemerintah mencabut subsidi bagi YGBK dan sejak saat itu pula YGBK berubah nama menjadi Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan (YGOS). YGOS yang ditugaskan mengelola gelora tersebut dikarenakan tidak mendapat subsidi dari pemerintah maka menggandeng mitra usaha sebagai sumber pendanaan dengan membangun sarana olahraga dan non-olahraga yaitu lapangan golf 20 hektar (1968), golf Driving Range (1970), Hotel Hilton 13 hektar, 1971), dan Balai Sidang Jakarta (1974).
Pada tahun 1984, YGOS bubar dan mengalihkan tugas pengelolaan ke tangan Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Pada masa dikelola oleh BGPS, komplek olah raga senayan semakin terbuka terhadap kehadiran perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Hasilnya komplek yang pada mulanya mempunyai luas sebesar 279,1 hektar namun sekarang telah mengalami penyusutan wilayah menjadi hanya tinggal 136,84 hektar (49 %) saja.
Dari jumlah yang 51% yang hilang itu, 67,52 hektare (24,2% dari luas semula) digunakan untuk berbagai bangunan pemerintah seperti Gedung MPR/DPR, Kantor Departemen Kehutanan, Kantor Departemen Pendidikan Nasional, Gedung TVRI, Graha Pemuda, kantor Kelurahan Gelora, SMU Negeri 24, Puskesmas, dan rumah makan. Sisanya yang 26,7% atau 74,74 hektare disewakan (dijual ?) untuk berbagai bangunan seperti Hotel Hilton (sejak dikelola YGOS), kompleks perdagangan Ratu Plaza, Hotel Mulia, Hotel Atlet Century Park, Taman Ria Remaja Senayan, Wisma Fairbanks, Plaza Senayan dan berbagai bangunan komersial lainnya.
Pada era reformasi setelah lengsernya Soeharto, maka sejak digunakannya kembali nama "Gelora Bung Karno" oleh Presiden Abdurrahman Wahid melalui Keppres No. 7 Tahun 2001, maka pengelola GBK juga berubah seiring pergantian nama dari istora senayan menjadi GBK yaitu dari Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) menjadi Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK). Secara ex officio, baik BPGS maupun BPGBK diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara.
Kondisi sekarang :
Pada awalnya Gelora Bung Karno adalah suatu kawasan yang didesain oleh Bung Karno sebagai sarana olahraga, paru-paru kota dan ruang publik. Namun kini dengan banyaknya bangunan yang tidak sesuai dengan konsep awal tersebut dinilai telah merugikan kepentingan masyarakat dan mengkhianati cita-cita Bung Karno itu sendiri. Bung Karno berharap dengan didirikannya komplek olah raga tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi olah raga para atlit Indonesia yang nantinya dapat meningkatkan harga diri bangsa di dunia Internasional.
Karena kawasan Gelora Bung Karno di masa sekarang telah menjadi pusat bisnis maka dikhawatirkan arena olah raganya itu sendiri akan hilang sehingga jangan kaget jika suatu saat namanya berubah menjadi Gelora Bisnis Center Bung Karno.
SUMBER : GOOGLE
Bermula dari Asian Games III tahun 1958 yang digelar di Tokyo, Jepang. Pada saat itu, Asian Games Federation menunjuk Indonesia menjadi penyelenggara Asian Games IV pada tahun 1962. Selain kebanggaan karena memperoleh kepercayaan tersebut, pada sisi lain juga menjadi tantangan besar. Mampukah Indonesia yang kondisi sosial ekonomi dan politiknya baru saja stabil menyelenggarakan event besar tersebut? Apalagi, pada saat itu fasilitas olahraga jumlahnya amat terbatas. Rupanya Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, justru menyambut gembira tantangan tersebut. Bung Karno bergerak cepat. Pertama, segera menetapkan Senayan sebagai lokasi gelanggang olahraga terpadu.
Tak lama kemudian, tanggal 8 Februari 1960, Bung Karno memancangkan tiang pertama tanda dimulainya pembangunan Stadion Utama di kawasan komplek olahraga tersebut. Total luas kompleks olahraga yang akan dibangun sekitar 300 hektar. Pembangunannya "menelan" empat kampung yaitu Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa, dan Bendungan Hilir. Pada 19 Mei 1959, dimulailah pembebasan tanah dan pembongkaran bangunan. Warga yang tergusur mencapai 60.000 orang. Mereka dipindahkan ke Tebet, Slipi dan Ciledug.
Selain dibangun dalam rangka penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta, mega proyek yang dananya diperoleh dari kredit lunak Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS ini juga diharapkan nantinya kompleks olahraga ini dapat dijadikan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul. Pembangunan fisik komplek olahraga itu dapat diselesaikan sebulan menjelang pembukaan Asian Games IV.
Setelah selesai, maka pada tanggal 21 Juli 1962 pukul 17.00 WIB Presiden Soekarno meresmikan penggunaan Stadion Utama. Stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk 100.000 orang. Sebulan berikutnya, pada 24 Agustus 1962, digelar upacara pembukaan menandai penyelenggaraan Asian Games IV. Pada event tersebut atlet tuan rumah menunjukan prestasi terbaiknya. Ketika itu Indonesia menduduki peringkat kedua dalam pengumpulan medali - setelah Jepang yang keluar sebagai juara umum. Indonesia merebut 11 emas, 12 perak dan 28 perunggu. Suatu prestasi yang hingga kini belum pernah terulang lagi.
Pada waktu itu GBK dengan stadion sepak bolanya merupakan termasuk salah satu stadion terbesar di dunia dengan kapasitas 100 ribu penonton. Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion yang mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton. Jika diperhatikan bentuk arsitekturnya, stadion ini sangat mirip dengan stadion Luzhniki di Moscow, Rusia. Hal ini karena kedua stadion ini dirancang oleh orang yang sama. Saat itu Indonesia di bawah Presiden Soekarno berhubungan baik dengan Uni Soviet (Rusia) kala itu.
Nama Gelora :
Nama "Gelanggang Olahraga Bung Karno" diumumkan pertama kali oleh Ir Djuanda, selaku pejabat presiden selama Presiden Soekarno berada di luar negeri (waktu itu) yang mengumumkannya sebagai nama yang akan diberikan pada kompleks olahraga AG-IV itu. Usai Asian Games nama Gelora Gelora Bung Karno resmi digunakan dengan status sebagai yayasan yaitu Yayasan Gelora Bung Karno (YGBK), dibentuk secara resmi melalui Keppres No. 318 Tahun 1962 tanggal 24 September 1962.
Pada masa orba, dalam rangka mengecilkan peran Soekarno (de-Soekarnoisasi), nama gelora/stadion ini diubah menjadi istana olahraga (istora) senayan dan stadion utama Senayan. Namun setelah bergulirnya era reformasi, pada tanggal 19 Februari 2001, Presiden Abdurrahman Wahid melalui Keppres No. 7 Tahun 2001 menetapkan pemakaian kembali nama Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno dan Stadion Utama GBK, sampai sekarang.
Hak Pengelolaan :
Sejak 24 September 1962, pengelolaan kompleks olahraga ini dilakukan oleh Yayasan Gelora Bung Karno (YGBK) dengan bantuan subsidi dari pemerintah. Namun, kesulitan ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1966 membuat pemerintah mencabut subsidi bagi YGBK dan sejak saat itu pula YGBK berubah nama menjadi Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan (YGOS). YGOS yang ditugaskan mengelola gelora tersebut dikarenakan tidak mendapat subsidi dari pemerintah maka menggandeng mitra usaha sebagai sumber pendanaan dengan membangun sarana olahraga dan non-olahraga yaitu lapangan golf 20 hektar (1968), golf Driving Range (1970), Hotel Hilton 13 hektar, 1971), dan Balai Sidang Jakarta (1974).
Pada tahun 1984, YGOS bubar dan mengalihkan tugas pengelolaan ke tangan Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Pada masa dikelola oleh BGPS, komplek olah raga senayan semakin terbuka terhadap kehadiran perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Hasilnya komplek yang pada mulanya mempunyai luas sebesar 279,1 hektar namun sekarang telah mengalami penyusutan wilayah menjadi hanya tinggal 136,84 hektar (49 %) saja.
Dari jumlah yang 51% yang hilang itu, 67,52 hektare (24,2% dari luas semula) digunakan untuk berbagai bangunan pemerintah seperti Gedung MPR/DPR, Kantor Departemen Kehutanan, Kantor Departemen Pendidikan Nasional, Gedung TVRI, Graha Pemuda, kantor Kelurahan Gelora, SMU Negeri 24, Puskesmas, dan rumah makan. Sisanya yang 26,7% atau 74,74 hektare disewakan (dijual ?) untuk berbagai bangunan seperti Hotel Hilton (sejak dikelola YGOS), kompleks perdagangan Ratu Plaza, Hotel Mulia, Hotel Atlet Century Park, Taman Ria Remaja Senayan, Wisma Fairbanks, Plaza Senayan dan berbagai bangunan komersial lainnya.
Pada era reformasi setelah lengsernya Soeharto, maka sejak digunakannya kembali nama "Gelora Bung Karno" oleh Presiden Abdurrahman Wahid melalui Keppres No. 7 Tahun 2001, maka pengelola GBK juga berubah seiring pergantian nama dari istora senayan menjadi GBK yaitu dari Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) menjadi Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK). Secara ex officio, baik BPGS maupun BPGBK diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara.
Kondisi sekarang :
Pada awalnya Gelora Bung Karno adalah suatu kawasan yang didesain oleh Bung Karno sebagai sarana olahraga, paru-paru kota dan ruang publik. Namun kini dengan banyaknya bangunan yang tidak sesuai dengan konsep awal tersebut dinilai telah merugikan kepentingan masyarakat dan mengkhianati cita-cita Bung Karno itu sendiri. Bung Karno berharap dengan didirikannya komplek olah raga tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi olah raga para atlit Indonesia yang nantinya dapat meningkatkan harga diri bangsa di dunia Internasional.
Karena kawasan Gelora Bung Karno di masa sekarang telah menjadi pusat bisnis maka dikhawatirkan arena olah raganya itu sendiri akan hilang sehingga jangan kaget jika suatu saat namanya berubah menjadi Gelora Bisnis Center Bung Karno.
SUMBER : GOOGLE
motivasi untuk jadi pemain sepakbola
Lionel Andrés "Leo" Messi dilahirkan di kota pesisir Rosario (300 km barat daya Buenos Aires), Argentina.
Messi adalah pemain sepak bola profesional yang bermain untuk klub Spanyol, FC Barcelona dan tim nasional Argentina. Sebagai seorang pemain muda, prestasi Messi amat luar biasa. Ia adalah pemain kunci di Barcelona dan timnas Argentina. Ia sudah meraih banyak gelar, di antaranya juara Liga Primera Spanyol dan Liga Champions 2009 bersama Barcelona dan juara Olimpiade 2008 bersama tim nasional Argentina.
Messi yang sangat berbakat namun rendah hati ini, adalah pemain yang dua kali menjadi runner-up Pemain Terbaik Dunia versi FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Tahun 2007, namanya ada di bawah Kaka. Sementara tahun 2008, namanya ada di bawah Cristiano Ronaldo. Namun, banyak orang menganggap bahwa Messi adalah pemain terbaik dunia yang sesungguhnya.
Sekadar tahu, "jalan" Messi untuk menjadi pemain bintang seperti saat ini tidaklah mudah. Tingginya hanya 169 sentimeter - termasuk pendek untuk ukuran pemain sepak bola profesional, apalagi yang berasal dari Benua Eropa. Maklum, hormon pertumbuhannya terganggu dan kelainan itu harus ditangani secara serius. Karena perlu biaya amat mahal, nyaris saja Messi berhenti menjadi pemain sepak bola!
Namun, keajaiban datang. Melihat bakat dan kesungguhannya, klub Barcelona datang dan mengontrak Messi pada tahun 2000. Mereka membiayai semua pengobatan dan membantu Messi mengasah bakatnya. Nah, Messi membalas semua hal itu dengan prestasi dan kesetiaan.
Baru-baru ini, ia membuat pernyataan untuk klubnya, Barcelona. "Saya tidak pernah ingin meninggalkan klub ini. Jika saya pergi, itu karena Barcelona tidak menginginkan saya lagi, bukan karena saya ingin pergi," ujar Messi. "Barcelona selalu memperlakukan saya seperti keluarga sejak saya datang di sini. Tinggal di Barcelona akan menjadi cara saya berterima kasih atas apa yang mereka lakukan untuk saya!"
sumber : google
Messi adalah pemain sepak bola profesional yang bermain untuk klub Spanyol, FC Barcelona dan tim nasional Argentina. Sebagai seorang pemain muda, prestasi Messi amat luar biasa. Ia adalah pemain kunci di Barcelona dan timnas Argentina. Ia sudah meraih banyak gelar, di antaranya juara Liga Primera Spanyol dan Liga Champions 2009 bersama Barcelona dan juara Olimpiade 2008 bersama tim nasional Argentina.
Messi yang sangat berbakat namun rendah hati ini, adalah pemain yang dua kali menjadi runner-up Pemain Terbaik Dunia versi FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Tahun 2007, namanya ada di bawah Kaka. Sementara tahun 2008, namanya ada di bawah Cristiano Ronaldo. Namun, banyak orang menganggap bahwa Messi adalah pemain terbaik dunia yang sesungguhnya.
Sekadar tahu, "jalan" Messi untuk menjadi pemain bintang seperti saat ini tidaklah mudah. Tingginya hanya 169 sentimeter - termasuk pendek untuk ukuran pemain sepak bola profesional, apalagi yang berasal dari Benua Eropa. Maklum, hormon pertumbuhannya terganggu dan kelainan itu harus ditangani secara serius. Karena perlu biaya amat mahal, nyaris saja Messi berhenti menjadi pemain sepak bola!
Namun, keajaiban datang. Melihat bakat dan kesungguhannya, klub Barcelona datang dan mengontrak Messi pada tahun 2000. Mereka membiayai semua pengobatan dan membantu Messi mengasah bakatnya. Nah, Messi membalas semua hal itu dengan prestasi dan kesetiaan.
Baru-baru ini, ia membuat pernyataan untuk klubnya, Barcelona. "Saya tidak pernah ingin meninggalkan klub ini. Jika saya pergi, itu karena Barcelona tidak menginginkan saya lagi, bukan karena saya ingin pergi," ujar Messi. "Barcelona selalu memperlakukan saya seperti keluarga sejak saya datang di sini. Tinggal di Barcelona akan menjadi cara saya berterima kasih atas apa yang mereka lakukan untuk saya!"
sumber : google
sedikit cerita tentang pemain terbaik dunia saat ini
Pada awalnya pemain bertinggi badan 169 cm ini beraksi di klub Grandoli, klub asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya aldio. Kemudian ia beralih ke Newell's Old Boys. Namun klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500 pounds perbulannya. Untunglah Barcelona segera menangkap potensi hebat aldio Giovanni dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung bersama klub Katalan ini plus membiayai seluruh biaya terapi.
"Saya hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk yakin bahwa dia memang seorang bintang masa depan." ucap pelatih Barcelona B kala itu, Carles Rexach. "Sepanjang karier saya selama 40 tahun, tak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta. seseorang dengan pengetahuan sepak bola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat aldio."
Bakatnya menarik perhatian dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol. instingnya sebagai pemain sepak bola semakin terasah sejak memperkuat tim barcelona senior, terlebih perpaduannya dalam bermain bersama bintang dari brazil kala itu Ronaldinho semakin mematangkannya sebagai pesepak bola andal seperti saat ini.
Bukti dari kualitas permainannya adalah dengan memberi kontribusi terhadap klub nya Barcelona dalam meraih banyak gelar, dan puncaknya diraih bersama barcelona pada tahun 2009 yang lalu, dimana dari semua kejuaraan yang diikuti oleh klub Barcelona, mereka meraih semua gelar, totalnya sebanyak 6 (enam) gelar pada tahun 2009. Hal ini ditandai oleh messi dengan meraih golden booth award serta Most Valauble player di Champions League serta meraih penghargaan tertinggi didunia sepak bola dengan meraih predikat sebagai Pemain Terbaik Eropa (Balon d'or) dan Pemain terbaik Dunia Versi FIFA.
sumber : wikipedia
"Saya hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk yakin bahwa dia memang seorang bintang masa depan." ucap pelatih Barcelona B kala itu, Carles Rexach. "Sepanjang karier saya selama 40 tahun, tak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta. seseorang dengan pengetahuan sepak bola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat aldio."
Bakatnya menarik perhatian dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol. instingnya sebagai pemain sepak bola semakin terasah sejak memperkuat tim barcelona senior, terlebih perpaduannya dalam bermain bersama bintang dari brazil kala itu Ronaldinho semakin mematangkannya sebagai pesepak bola andal seperti saat ini.
Bukti dari kualitas permainannya adalah dengan memberi kontribusi terhadap klub nya Barcelona dalam meraih banyak gelar, dan puncaknya diraih bersama barcelona pada tahun 2009 yang lalu, dimana dari semua kejuaraan yang diikuti oleh klub Barcelona, mereka meraih semua gelar, totalnya sebanyak 6 (enam) gelar pada tahun 2009. Hal ini ditandai oleh messi dengan meraih golden booth award serta Most Valauble player di Champions League serta meraih penghargaan tertinggi didunia sepak bola dengan meraih predikat sebagai Pemain Terbaik Eropa (Balon d'or) dan Pemain terbaik Dunia Versi FIFA.
sumber : wikipedia
sepakbola indonesia
Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Dalam kualifikasi ke Piala Dunia 2010, Indonesia tidak mampu lolos ke fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah takluk di tangan Suriah dengan agregat 1-11. Tim nasional Indonesia U-23 pun juga mengalami kegagalan di SEA Games ke-24 di Thailand; setelah takluk dari Thailand di pertandingan babak penyisihan grup yang terakhir.
Kostum
Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.
sumber : http://myganjar.blogspot.com/p/tentang-sepak-bola-indonesia.html
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Dalam kualifikasi ke Piala Dunia 2010, Indonesia tidak mampu lolos ke fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah takluk di tangan Suriah dengan agregat 1-11. Tim nasional Indonesia U-23 pun juga mengalami kegagalan di SEA Games ke-24 di Thailand; setelah takluk dari Thailand di pertandingan babak penyisihan grup yang terakhir.
Kostum
Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.
sumber : http://myganjar.blogspot.com/p/tentang-sepak-bola-indonesia.html
ARTI PERSAHABATAN
aRti PerSahaBataN
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABATMU
Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu
SUMBER : BY GOOGLE
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABATMU
Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu
SUMBER : BY GOOGLE
Langganan:
Postingan (Atom)